Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Keluarga

oleh

Budaya membaca dan belajar adalah perintah fundamental dalam Islam, sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah “Iqra”. Di era banyaknya informasi saat ini, keluarga memegang peranan krusial sebagai benteng pertama untuk menumbuhkan minat baca dan daya kritis. Tanpa fondasi literasi yang kuat, anggota keluarga, terutama generasi muda, akan sangat mudah terpengaruh oleh hoaks dan paham-paham yang dapat merusak tatanan akhlak serta akidah.

Orang tua harus menjadi teladan dengan membiasakan diskusi sehat dan menyediakan bahan bacaan yang bermanfaat di rumah. Literasi bukan hanya sebatas kemampuan mengeja teks, melainkan kemampuan memahami konteks, menyaring informasi, dan mengambil ibrah dari setiap ilmu yang didapatkan. Ketika sebuah rumah tangga menjadikan ilmu sebagai tradisi, maka akan lahir generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kematangan emosional dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Membangun budaya literasi memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi, namun hasilnya adalah investasi jangka panjang bagi kualitas umat. Pengetahuan yang didasari atas nilai-nilai kebenaran akan membimbing individu untuk menjadi pribadi yang bijak dalam bertindak dan berbicara. Dengan menghidupkan semangat belajar di lingkungan keluarga, kita sedang menjalankan salah satu amanah agama untuk mencetak generasi yang berwawasan luas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi peradaban.

Fahmi Fachruddin/Magang

Baca Juga:  Mengelola Amarah dengan Bijaksana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.