Literasi Digital untuk Membendung Arus Hoaks

oleh

Di era informasi yang serba cepat, setiap individu memiliki peran sebagai konsumen sekaligus produsen informasi melalui media sosial. Namun, kemudahan ini sering kali disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan. Literasi digital yang berbasis pada nilai tabayun (verifikasi) menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Membaca informasi hanya dari judul atau potongan video pendek adalah kebiasaan buruk yang harus dihindari. Setiap Muslim dituntut untuk bersikap kritis terhadap sumber informasi dan selalu memikirkan dampak sebelum membagikan sesuatu ke ruang publik. Prinsip dasar literasi adalah memahami bahwa tidak semua hal yang terlihat benar di layar gawai adalah fakta. Dengan menjadi pengguna internet yang cerdas, kita sedang ikut serta menjaga kedamaian dan ketertiban di ruang digital.

Pendidikan literasi digital sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga dengan mengajarkan anak-anak cara menyaring konten yang bermanfaat. Kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi mencerminkan tingkat intelektualitas dan moralitas seseorang. Jika setiap pengguna media sosial mampu berkomitmen untuk hanya menyebarkan hal-hal yang benar dan bermanfaat, maka dunia digital akan menjadi tempat yang mencerahkan, bukan tempat yang penuh dengan fitnah dan permusuhan.

Fahmi Fachruddin/Magang

Baca Juga:  Menanamkan Kejujuran sebagai Identitas Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.